jacktv news

Scroll Untuk Lanjut Membaca

 

Jakarta Pusat – Jajaran Polri bersama TNI terus memperkuat pengamanan pertandingan sepak bola Persija Jakarta menghadapi Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pengamanan dilakukan secara terpadu dengan mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan preventif untuk memastikan seluruh rangkaian pertandingan berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif.

 

Salah satu titik yang menjadi perhatian dalam pengamanan adalah Zona 3 SUGBK. Pada Sabtu, 12 September 2026, mulai siang hari, personel gabungan telah disiagakan untuk memberikan pelayanan sekaligus menjaga keamanan di area tersebut.

 

Sebelum melaksanakan tugas, seluruh personel mengikuti apel kesiapan yang dipimpin oleh Aiptu G. Prayogo selaku Padal Zona 3. Apel tersebut dilaksanakan sebagai sarana pengecekan kekuatan personel, kesiapan perlengkapan, serta penyampaian arahan terkait pelaksanaan tugas di lapangan.

 

Dalam arahannya, Aiptu G. Prayogo menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang telah hadir dan siap melaksanakan pengamanan. Personel yang belum hadir juga dilakukan pengecekan melalui koordinasi dengan unsur terkait guna memastikan kekuatan pengamanan dapat terpenuhi.

 

Padal Zona 3 menekankan bahwa personel yang bertugas memiliki peran penting dalam menjaga situasi tetap kondusif, khususnya dengan melakukan pengawasan terhadap petugas tiketing serta membantu steward dalam mengatur dan menjaga ketertiban penonton.

 

Personel juga diingatkan untuk menjaga kesehatan, kekompakan, dan komunikasi selama pelaksanaan tugas. Setiap anggota diminta menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan serta rasa tanggung jawab.

 

“Laksanakan tugas dengan ikhlas dan penuh rasa tanggung jawab. Tetap jaga kesehatan dan kekompakan. Semoga seluruh rangkaian pengamanan dapat berjalan aman dan kondusif,” demikian arahan dalam apel kesiapan.

 

Dalam pengamanan Zona 3 SUGBK, kekuatan sementara yang dilibatkan mencapai 69 personel. Kekuatan tersebut merupakan gabungan dari unsur TNI-Polri serta steward dan petugas tiketing yang memiliki tugas masing-masing dalam mendukung kelancaran pertandingan.

 

Dari unsur TNI, sebanyak 12 personel disiagakan untuk memperkuat pengamanan. Sementara itu, Korbrimob Mabes Polri menerjunkan 25 personel sebagai bagian dari kekuatan pengamanan gabungan.

 

Polsek Metro Tanah Abang menempatkan 1 personel, yakni Aiptu G. Prayogo selaku Padal Zona 3. Selain itu, dari unsur Gasum Polda Metro Jaya turut diterjunkan 5 personel yang dipimpin Brigadir Fraksi Aji.

 

Pengamanan juga diperkuat dengan 2 personel Polwan Polda Metro Jaya dan 2 personel Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi. Dukungan personel dari wilayah hukum lainnya turut diberikan, masing-masing 5 personel dari Polres Metro Jakarta Selatan dan 5 personel dari Polres Metro Jakarta Barat.

 

Sementara dari Polres Metro Jakarta Pusat, diterjunkan 4 personel Presisi yang dipimpin Bripda Agung. Dalam mendukung pengaturan dan pelayanan kepada penonton, terdapat pula 7 personel steward yang dikoordinasikan oleh Bapak Musholeh serta 8 personel tiketing yang dikoordinasikan oleh Bapak Alex.

 

Kehadiran personel gabungan tersebut tidak hanya berorientasi pada pengamanan secara fisik, tetapi juga memberikan pelayanan kepada masyarakat. Personel diarahkan untuk mengedepankan komunikasi yang baik dan tindakan persuasif ketika berinteraksi dengan penonton.

 

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengatakan bahwa pola pengamanan pertandingan dilakukan dengan mengedepankan langkah preventif dan pendekatan humanis. Menurutnya, keberadaan personel di tengah masyarakat harus mampu memberikan rasa aman sekaligus menciptakan suasana yang nyaman bagi seluruh penonton.

 

“Polri mengedepankan pengamanan yang humanis dan persuasif. Personel hadir bukan hanya untuk melakukan penjagaan, tetapi juga memberikan pelayanan, membantu masyarakat, dan memastikan seluruh kegiatan berjalan dengan tertib,” ujar Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung.

 

Kapolres mengajak seluruh suporter Persija maupun Persib untuk menjaga sikap selama berada di kawasan stadion. Perbedaan dukungan terhadap klub diharapkan tidak menjadi alasan untuk melakukan tindakan provokatif maupun perilaku yang dapat mengganggu keamanan.

 

“Kami mengajak seluruh suporter untuk menunjukkan kecintaan terhadap tim dengan cara yang positif. Rivalitas cukup di lapangan. Junjung tinggi sportivitas, hormati sesama suporter, patuhi arahan petugas, dan jangan mudah terprovokasi,” tegasnya.

 

Menurut Kapolres, keamanan pertandingan tidak dapat diwujudkan hanya melalui kesiapan aparat. Partisipasi aktif masyarakat, suporter, penyelenggara, steward, dan seluruh pihak yang terlibat menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi yang kondusif.

 

Sementara itu, Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo menyampaikan bahwa jajaran Polsek Metro Tanah Abang bersama personel gabungan terus melakukan pemantauan situasi di sekitar SUGBK, termasuk di Zona 3.

 

“Personel kami bersama unsur pengamanan lainnya terus melakukan monitoring dan koordinasi. Kami mengedepankan komunikasi dan tindakan persuasif agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini,” kata AKBP Dhimas Prasetyo.

 

Ia menjelaskan bahwa personel di Zona 3 memiliki tugas untuk membantu memastikan proses pelayanan penonton, khususnya yang berkaitan dengan tiketing, berjalan tertib. Personel juga membantu steward dalam menjaga keteraturan serta memberikan arahan kepada penonton apabila diperlukan.

 

Pendekatan humanis menjadi salah satu prioritas dalam pelaksanaan pengamanan. Petugas di lapangan diharapkan mampu memberikan teguran maupun arahan secara santun, sehingga masyarakat dapat memahami dan mengikuti ketentuan tanpa menimbulkan situasi yang tidak diinginkan.

 

Kapolsek juga mengimbau kepada para penonton untuk tidak memaksakan diri apabila terjadi kepadatan di area masuk stadion. Masyarakat diminta mengikuti arahan petugas dan menggunakan jalur yang telah ditentukan demi keselamatan bersama.

 

“Keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh penonton untuk tertib, saling menghormati, menjaga barang pribadi, dan mengikuti arahan petugas. Mari bersama-sama menciptakan suasana pertandingan yang aman dan nyaman,” tambahnya.

 

Dalam pelaksanaan pengamanan, koordinasi antara personel Polri, TNI, steward, dan petugas tiketing terus dilakukan. Setiap perkembangan situasi menjadi perhatian bersama untuk memastikan langkah antisipasi dapat segera dilakukan apabila ditemukan potensi gangguan.

 

Kehadiran personel gabungan di Zona 3 juga menjadi bentuk kesiapsiagaan aparat dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat. Personel tidak hanya ditempatkan sebagai penjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun rasa aman di tengah masyarakat.

 

Polri juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan kondisi fisik personel selama menjalankan tugas. Dengan kondisi personel yang prima, pelaksanaan pengamanan dapat dilakukan secara optimal dari awal hingga seluruh rangkaian pertandingan selesai.

 

Seluruh personel diharapkan tetap menjaga kekompakan dan soliditas selama bertugas. Setiap permasalahan yang muncul di lapangan diselesaikan melalui koordinasi dan komunikasi sesuai dengan prosedur yang berlaku.

 

Pengamanan yang dilakukan secara terpadu tersebut diharapkan mampu mencegah terjadinya gangguan keamanan sekaligus memberikan rasa nyaman kepada seluruh masyarakat yang hadir di SUGBK.

 

Pertandingan Persija Jakarta kontra Persib Bandung diharapkan menjadi momentum positif bagi perkembangan sepak bola nasional. Rivalitas antarklub tetap dapat berjalan dengan sehat selama seluruh pihak menjunjung tinggi sportivitas dan menghormati aturan.

 

Polri bersama TNI dan seluruh unsur terkait berkomitmen mengawal jalannya pertandingan secara profesional. Pengamanan dilakukan dengan tetap menghormati masyarakat sebagai bagian utama dari pelayanan kepolisian.

 

Dengan kekuatan personel yang telah disiapkan, koordinasi lintas satuan, serta pendekatan humanis dan persuasif, jajaran TNI-Polri optimistis seluruh rangkaian pertandingan dapat berlangsung dengan aman dan tertib.

 

Masyarakat dan para suporter juga diharapkan menjadi bagian dari terciptanya keamanan dengan menjaga sikap, tidak melakukan provokasi, serta segera menyampaikan kepada petugas apabila menemukan situasi yang berpotensi mengganggu ketertiban.

 

Sinergitas antara aparat keamanan, penyelenggara, steward, petugas tiketing, suporter, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan suasana pertandingan yang nyaman. Dengan kebersamaan tersebut, pertandingan Persija Jakarta vs Persib Bandung di SUGBK diharapkan dapat berlangsung dengan penuh semangat olahraga tanpa mengesampingkan keamanan dan ketertiban.

 

Polri hadir untuk memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai dengan ketentuan. Pengamanan humanis menjadi wujud nyata komitmen kepolisian untuk menghadirkan rasa aman dengan tetap mengedepankan komunikasi, persuasif, dan penghormatan kepada masyarakat.

 

Dengan semangat kebersamaan dan sportivitas, seluruh pihak diharapkan dapat menjaga SUGBK tetap menjadi ruang olahraga yang aman, nyaman, dan kondusif bagi semua.

 

TNI-Polri bersama seluruh unsur terkait terus bersinergi memastikan pertandingan Persija Jakarta vs Persib Bandung berjalan aman, tertib, lancar, dan kondusif.

 

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)