Jacktvnews.com , Kuningan, 3 November 2025 — Enam puluh tahun telah berlalu sejak langkah tegap para taruna muda Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan XV mengawali perjalanan pengabdian mereka kepada Ibu Pertiwi. Waktu terus bergulir, namun semangat, persaudaraan, dan nilai perjuangan yang tertanam sejak masa pendidikan di kampus biru tetap menyala di dada setiap insan Moro Libel.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Malam Penuh Kenangan dan Keakraban

Rangkaian kegiatan diawali dengan makan malam bersama di ruang makan hotel. Suasana akrab dan canda tawa seolah membawa kembali kenangan masa muda saat mereka masih mengenakan seragam taruna. Setelah itu, acara utama dibuka dengan Tarian Lengser Jawa Barat, sebagai simbol penghormatan terhadap kekayaan budaya bangsa.

Lantunan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya menggema penuh khidmat, disusul dengan mengheningkan cipta untuk mengenang rekan-rekan seperjuangan yang telah mendahului. Doa pembuka dipanjatkan agar seluruh rangkaian acara berjalan penuh berkah dan kebersamaan.

Dalam sambutannya, beberapa tokoh senior Moro Libel memberikan pesan mendalam.   Laksamana TNI AL( Purna) Achmad Sutjipto dan Kolonel Mar (Purn) Faizal Amir mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, semangat, dan kebersamaan—tiga hal yang menjadi inti tema reuni kali ini: “Tetap Sehat, Tetap Semangat, dan Tetap Guyub Selamanya.”

Suasana semakin hangat saat momen pemotongan kue ulang tahun ke-60 digelar, diiringi tepuk tangan dan sorak bahagia seluruh hadirin. Lagu-lagu kenangan dari paduan suara Moro Libel kembali menggugah semangat persaudaraan yang tak lekang dimakan waktu. Tawa dan nostalgia menjadi warna utama malam itu.

Acara berlanjut dengan kuis interaktif berhadiah yang menambah keceriaan suasana. Tarian penutup menandai berakhirnya malam reuni dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan. Sebagai penutup, seluruh alumni berfoto bersama sambil memegang piala dan piagam penghargaan bertuliskan nama-nama anggota Angkatan XV—simbol abadi dari kebanggaan dan persatuan.

Pagi Penuh Keakraban dan Refleksi

Keesokan harinya, udara sejuk pegunungan Kuningan menyambut para peserta reuni. Setelah salat Subuh berjemaah, kegiatan dilanjutkan dengan ibadah bersama umat Kristiani dari kalangan alumni. Suasana hening dan penuh syukur menjadi momen refleksi rohani atas perjalanan panjang enam dekade pengabdian.

Para alumni kemudian berkumpul kembali di ruang pertemuan hotel untuk menikmati sarapan pagi bersama. Suasana cair dan hangat mengalir, diiringi lantunan musik dari band pengiring yang membawa lagu-lagu kenangan. Ibu-ibu Islibels—pendamping setia para alumni—ikut memeriahkan suasana dengan tarian dan tawa ceria, menambah warna kebersamaan yang tak terlupakan.

Dalam sesi penutupan, perwakilan panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan menegaskan kembali pesan agar semangat “Tetap Sehat, Tetap Semangat, dan Tetap Guyub Selamanya” terus dijaga sebagai pedoman hidup. Saling sahut “ I love you all dan “ I love you too, menggema, menjadi simbol kekompakan khas Moro Libel yang telah terpelihara lintas generasi.

Simbol Keabadian Persaudaraan

Sebelum berpisah, seluruh alumni berfoto bersama di depan Monumen Batu Hotel Santika Lingga Jati. Di bawah sinar matahari pagi, mereka berdiri berdampingan—tersenyum bangga sebagai saksi hidup dari perjalanan panjang persaudaraan sejati.

Usai sesi foto, para peserta bersiap kembali ke Jakarta. Namun perjalanan pulang bukan sekadar akhir acara, melainkan awal dari semangat baru untuk terus menjaga nilai-nilai kebersamaan dan pengabdian yang telah mereka jalani sejak 1965.

Koordinator dan Panitia Pelaksana

Reuni Akbar 60 Tahun Moro Libel ini di Kordinator ke panitia Brigjen (Purn) Basitaan Umar, bersama rekan-rekan seangkatan: Laksma (Purn) Sarsito, Brigjen Mar (Purn) Pran Kancil, Kolonel (Purn) Yodi S., Letkol Mar (Purn) hartono, dan Letkol laut (Pur) Ragil Sukarno, serta dukungan penuh dari Ibu-Ibu Islibel yang berperan aktif menyukseskan acara hingga akhir.

Reuni ini bukan sekadar temu kangen, melainkan sebuah perayaan atas persaudaraan, dedikasi, dan pengabdian tanpa batas bagi bangsa. Enam dekade telah berlalu, namun semangat Moro Libel tetap hidup—tegak di lautan, kuat di daratan, dan abadi di hati setiap anggotanya.

Tetap Sehat. Tetap Semangat. Tetap Guyub Selamanya.

(Red)