jacktv news
Jakarta Pusat — Dalam rangka memperkuat sinergitas dan kemitraan antara Polri dengan lingkungan pendidikan, Polsek Metro Tanah Abang melalui Unit Binmas melaksanakan kegiatan sambang sekaligus pendataan Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah (FKPMS) di SMKN 19 Jakarta, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung tersebut menjadi bagian dari upaya Polri dalam membangun komunikasi dan koordinasi secara langsung dengan pihak sekolah, sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas sebagai langkah preventif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif.
Dalam kegiatan tersebut, Kanit Binmas Polsek Metro Tanah Abang Kompol Ponco Ningsih, bersama Bhabinkamtibmas setempat Aiptu Heri Murgianta, melaksanakan sambang dan berkoordinasi dengan pihak SMKN 19 Jakarta. Selain melakukan pendataan FKPMS, personel juga berdiskusi mengenai perkembangan situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah.
Kehadiran Bhabinkamtibmas bersama Unit Binmas di lingkungan sekolah merupakan bentuk nyata kehadiran Polri dalam membangun komunikasi sejak dini dengan komunitas pendidikan. Melalui koordinasi yang berkesinambungan, berbagai potensi gangguan kamtibmas yang melibatkan pelajar diharapkan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar.
Dalam kesempatan tersebut, personel Polsek Metro Tanah Abang menyampaikan sejumlah imbauan kamtibmas kepada pihak sekolah, terutama mengenai pentingnya pengawasan dan pembinaan terhadap aktivitas para siswa, baik ketika berada di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Pihak sekolah juga diimbau untuk terus memberikan pemahaman kepada para siswa agar tidak mudah terpengaruh oleh ajakan maupun pergaulan yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Polri turut mengingatkan para pelajar agar tidak terlibat dalam tawuran, aksi kekerasan, maupun kegiatan lain yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Para siswa diharapkan dapat fokus menjalankan tugas utamanya sebagai pelajar dengan belajar secara sungguh-sungguh, meningkatkan prestasi, serta mengembangkan potensi melalui kegiatan-kegiatan yang positif.
Selain mengantisipasi tawuran pelajar, personel juga memberikan perhatian terhadap penggunaan media sosial di kalangan pelajar. Pihak sekolah diharapkan turut memberikan edukasi agar para siswa tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum diketahui kebenarannya.
Setiap informasi yang diterima melalui media sosial hendaknya disaring dan diverifikasi terlebih dahulu sebelum dipercaya maupun disebarluaskan. Sikap bijak dalam bermedia sosial dinilai penting guna mencegah pelajar menjadi korban maupun penyebar informasi bohong atau hoaks yang berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat.
“Kami mengajak pihak sekolah untuk bersama-sama melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap para siswa. Polri tidak dapat bekerja sendiri, sehingga diperlukan sinergi dengan pihak sekolah dan orang tua dalam mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas, khususnya tawuran pelajar dan penyebaran informasi yang tidak benar,” ujar Kompol Ponco Ningsih.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung menegaskan bahwa sinergitas dengan lingkungan pendidikan merupakan bagian penting dari upaya Polri melakukan pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas yang melibatkan pelajar.
“Lingkungan pendidikan harus menjadi ruang yang aman bagi para pelajar untuk belajar dan berkembang. Karena itu, komunikasi antara Polri, pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar setiap potensi permasalahan dapat dicegah dan ditangani sejak dini,” ujar Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung.
Sementara itu, Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo menyampaikan bahwa kegiatan FKPMS menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi antara kepolisian dan pihak sekolah.
“Kami terus mendorong kegiatan sambang dan koordinasi dengan sekolah sebagai langkah preemtif dan preventif. Dengan komunikasi yang baik, permasalahan yang muncul dapat segera dikoordinasikan dan dicari solusi bersama,” kata AKBP Dhimas Prasetyo.
Lebih lanjut, kegiatan FKPMS diharapkan dapat menjadi wadah komunikasi yang efektif dalam membangun kepedulian bersama terhadap keamanan lingkungan pendidikan. Guru memiliki peran penting dalam memberikan edukasi dan pembinaan, sementara orang tua diharapkan turut melakukan pengawasan terhadap pergaulan dan aktivitas anak-anaknya di luar lingkungan sekolah.
Polsek Metro Tanah Abang juga mengajak seluruh elemen sekolah untuk bersama-sama menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, tertib, dan kondusif. Apabila terdapat permasalahan yang berkaitan dengan kamtibmas, pihak sekolah dapat segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas, Polsek Metro Tanah Abang, maupun melalui Call Center Polri 110.
Kegiatan sambang dan pendataan FKPMS tersebut merupakan bagian dari langkah preemtif dan preventif Polri dalam menjaga keamanan sekaligus memperkuat hubungan kemitraan dengan masyarakat, khususnya komunitas sekolah.
Polsek Metro Tanah Abang berkomitmen untuk terus meningkatkan kegiatan sambang, edukasi, dan koordinasi dengan pihak sekolah sebagai upaya bersama dalam mencegah berbagai gangguan kamtibmas yang melibatkan pelajar.
Dengan terjalinnya sinergitas antara Polri, pihak sekolah, orang tua, dan para pelajar, diharapkan tercipta lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)


