Jacktvnews com ,Jakarta Timur, 24 April 2026 – Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, melakukan panen melon kedua di Green House Urban Farming milik Kelompok Tani Geber Tabur (Gerakan Bersama Tanaman Menjadi Subur), Jumat (24/4/2026). Pada panen kali ini, kelompok tani berhasil menghasilkan sekitar 30 buah melon jenis ethanon, setelah sebelumnya pada panen perdana mencapai 53 buah.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jakarta Timur, Essie Feransie Munjirin, serta Asisten Perekonomian, Pembangunan, dan Lingkungan Hidup Kota Jakarta Timur, Fauzi. Kegiatan berlangsung di kawasan RW 012, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makassar.
Dalam sambutannya, Munjirin menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Kelompok Tani Geber Tabur dalam mengembangkan pertanian perkotaan. Selain melon, kelompok ini juga memanen komoditas lain seperti terong dan okra.
“Alhamdulillah, ini merupakan kunjungan kedua saya ke Kelompok Tani Geber Tabur. Hari ini kita dapat memanen sekitar 30 buah melon. Ini menunjukkan hasil yang cukup baik dan maksimal untuk skala pertanian perkotaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengembangan budidaya melon tersebut mendapat dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Bank Jakarta. Ke depan, ia berharap kolaborasi serupa dapat terus diperluas guna mendukung kelompok tani lain di wilayah Jakarta Timur.
Pada kesempatan itu, Munjirin juga mengingatkan para petani untuk mengantisipasi musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino. Ia menekankan pentingnya efisiensi penggunaan air, pemilihan varietas tanaman tahan kekeringan, serta pengaturan pola tanam yang tepat.
“Kami mengimbau agar penggunaan air dilakukan secara bijak. Selain itu, petani perlu memilih jenis tanaman yang tahan musim kemarau dan mengatur waktu tanam serta panen dengan baik,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Geber Tabur, Pamin, menyampaikan bahwa hasil panen melon memiliki kualitas yang baik, dengan rata-rata berat mencapai 2,6 kilogram per buah dan tingkat kemanisan sekitar 14 brix.
Ia juga mengungkapkan bahwa permintaan pasar terhadap hasil pertanian kelompoknya cukup tinggi, bahkan kerap melebihi kapasitas produksi yang ada.
“Peminatnya sangat tinggi, namun produksi kami masih terbatas. Meski demikian, kami optimistis setiap hasil pertanian pasti memiliki pasar,” ungkapnya.
Selain melon, Kelompok Tani Geber Tabur juga membudidayakan berbagai komoditas lain seperti cabai, terong, timun, dan okra. Ke depan, kelompok ini berencana memperluas lahan pertanian melalui kolaborasi dengan Yayasan Baitul Maal BRI, dengan rencana pengembangan lahan seluas sekitar 320 x 15 meter.
Program tersebut akan difokuskan pada budidaya sekitar 10.000 tanaman sayuran dengan melibatkan masyarakat, khususnya ibu-ibu yang membutuhkan dukungan ekonomi. Hasil panen nantinya akan dikelola dan didistribusikan kepada para anggota kelompok.
Melalui berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur berharap pertanian perkotaan dapat terus berkembang sebagai solusi dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


