JACKTVNEWS.COM , Bendera yang dikenal sebagai Al-Liwa (berwarna putih) dan Ar-Rayah (berwarna hitam) dengan kalimat tauhid memiliki makna historis dan simbolis yang kuat dalam tradisi Islam. Kedua panji ini kerap dikaitkan dengan identitas, kedaulatan, serta semangat persatuan umat.
Secara historis, Al-Liwa dan Ar-Rayah digunakan pada masa Nabi Muhammad SAW, khususnya dalam konteks peperangan. Panji tersebut dikibarkan oleh komandan pasukan sebagai penanda posisi sekaligus untuk membangkitkan semangat juang para prajurit.
Selain itu, keberadaan bendera ini juga berfungsi untuk memberikan efek psikologis terhadap lawan.
Penggunaan panji tersebut kemudian berlanjut pada masa Khulafa Ar-Rasyidin. Dalam periode ini, bendera tetap menjadi simbol kepemimpinan, persatuan, serta identitas umat Islam dalam berbagai peristiwa penting, termasuk ekspansi wilayah dan penguatan pemerintahan.
Seiring perkembangan zaman, Al-Liwa dan Ar-Rayah tidak hanya dipahami dalam konteks sejarah, tetapi juga sebagai simbol yang merepresentasikan nilai-nilai keislaman, seperti tauhid, persatuan, dan semangat perjuangan.
Meski demikian, pemaknaan terhadap simbol-simbol tersebut di tengah masyarakat modern dapat beragam, sehingga penting untuk melihatnya dalam perspektif sejarah dan konteks yang tepat.


